Rabu, 22 Mei 2013

MATERI LOMBA KARYA TULIS PAUD NASIONAL TAHUN 2013


MENINGKATKAN KECERDASAN LINGUISTIK SISWA PAUD          
   KARTINI BANIL AUTHON KECAMATAN RANTAU SELATAN KABUPATEN LABUHANBATU MELALUI KREATIVITAS MENDONGENG  TUTOR

PENELITIAN TINDAKAN KELAS
Diajukan untuk mengikuti Lomba Karya Nyata (LKN)
Tutor PAUD Nasional


OLEH :

ZUBAIDAH DALIMUNTHE,S.Pd.I


Tutor PAUD Kartini Banil Authon
Kecamatan Rantau Selatan Kabupaten Labuhabatu
Sumatera Utara
2013  

1.           Judul Penelitian         Meningkatkan kecerdasan linguistik siswa PAUD Kartni Banil Authon Kecamatan Rantau Selatan Kabupaten Labuhanbatu melalui kreativitas mendongeng tutor
2.   Peneliti                                  
a.   Nama Lengkap             Zubaidah Dalimunthe,S.Pd.I
b.   Jenis Kelamin               Perempuan
c.   Sekolah                         PAUD Kartini Banil Authon
d.   Alamat Sekolah            Jl.Parapat Gg.Sakinah Kelurahan Bakaranbatu Kecamatan Rantau Selatan Kabupaten Labuhanbatu
e.   Alamat Rumah             Jl.Patuannalobi Rantauprapat
Lama Penelitian                     21 Hari (22 April s 12 Mei 2013)
Besarnya Dana                       Rp. 820.000,- (delapan ratus dua puluh  ribu rupiah)
                                                                        Rantauprapat,  Mei 2013
                                                                        Peneliti

                                                                        Zubaidah Dalimunthe,S.Pd.I


Menyetujui                                                     Menyetujui

Pembimbing                                                   Pembimbing                          
                                                                       

_________________________                      _________________________
NIP.                                                                 NIP.


     
KATA PENGANTAR

Penulis bersyukur kepada Allah SWT karena hanya berkat rahmatNya sehingga penulisan Penelitian Tindakan  Kelas ini dapat terselesaikan.
Selanjutnya penulis mengucapkan terima kasih yang setulus-tulusnya kepada berbagai pihak yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan Penelitian Tindakan Kelas ini sehingga dapat disajikan dalam bentuk laporan seperti ini. Karena itu, sudah sepantasnya jika kami mengucapkan terima kasih kepada:
1.               Bapak Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Labuhanbatu
2.               Ibu KUPT Dinas Pendidikan Kecamatan Rantau Selatan
3.               Bapak Penilik KUPT Dinas Pendidikan Kecamatan Rantau selatan
4.               Penyelenggara PAUD Kartini Banil Authon Rantauprapat
Penulis menyadari, sebagai manusia biasa yang memiliki banyak kekurangan, Oleh karena itu, kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat positif, guna penulisan karya ilmiah yang lebih baik lagi di masa yang akan datang.
Akhirnya semoga segala sumbangan maupun dukungan serta kerjasama yang diberikan mendapat imbalan dari Allah SWT
                                                                        Rantauprapat,    Mei 2013
                                                                        Penulis,
                                                                       
Zubaidah dalimunthe,S.Pd.I


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR........................................................................................ i
DAFTAR ISI.................................................................................................... .ii
BAB I  PENDAHULUAN
A.   Latar Belakang Masalah................................................................ 1
B.   Ruang lingkup dan Rumusan Masalah.......................................... 5
C.   Tujuan Penelitian……................................................................... 5
D.   Kegunaan Penelitian...................................................................... 6
BAB II  KAJIAN TEORITIS
A.      Kerangka Teori
1.  Kreatifitas dan mendongeng.......................................... ………7
1.1. Pengertian Kreativitas…………..........................................7
1.2. Pengertian Mendongeng......................................................7
1.3. Mendongeng adalah kegiatan kreatif...................................8
1.4. Kesulitan dalam mendongeng............................................10
1.5 Teknik Mendongeng yang baik...........................................11
1.6. Manfaat Mendongeng.........................................................14
2.  Mengembangkan Kecerdasan Linguistik…….………………..16
3.  Pendidikan Anak usia Dini.......................................................17
B. Kerangka Berfikir.............................................................................18.
C. Hipotesis Tindakan............................................................................19
BAB III  METODE PENELITIAN
A.   Setting Penelitian..........................................................................20
B.  Prosedur Penelitian........................................................................20
C.   Alat Pengumpul Data….…...........................................................23
D.   Analisis Data.................................................................................23
E.   Indikator keberhasilan…...............................................................24
F.   Jadwal Penelitian...........................................................................26
G.   Rencana Anggaran........................................................................26
BAB IV   HASIL PENELITIAN
A. Hasil Penelitian……………...........................................................27
B. Diskusi Hasil Penelitian……….…….............................................33
BAB V  PENUTUP
A.   Kesimpulan .................................................................................. 35
B.  Saran ............................................................................................. 36
DAFTAR PUSTAKA......................................................................................... 37
LAMPIRAN

 
BAB I
PENDAHULUAN
A.              Latar Belakang Masalah
          Pendidikan bukan hanya membangun kecerdasan dan transfer of knowledge, tetapi juga harus mampu membangun karakter atau character building. Nilai yang terkandung dalam pendidikan harus mampu membekas dibenak para anak, sehingga pemikiran yang terbentuk akan menjadi sebuah sikap yang senantiasa terbiasa dilakukan dikesehariannya, dari kebiasaan itu lantas muncullah karakter. Karakter yang terbentuk pada dirinya itulah kelak yang akan menentukan masa depannya.(Bambang Bimo Suryono :2012;03)
            Orang tua dan guru hendaknya sepaham akan pentingnya pendidikan. Karena keduanya lah yang menjadi aktor atau yang membidani lahirnya anak yang berkualitas dan bermoral. Untuk itu dirasa sangat penting adanya penyatuan persepsi diantara pendidik dan orang tua, agar tujuan mulia sebuah pendidikan dapat terwujud dengan baik, guru harus senantiasa mengupgrade pengetahuannya dengan belajar, menelaah buku mengikuti pelatihan dan pendidikan, karena ketika seorang guru mengalami stagnasi pemburuan ilmu dan informasi dapat dipastikan siswanya akan tidak mampu berkembang sesuai tuntutan zaman. Demikian pula seorang tua harus juga mensejajarkan pemahamannya akan tujuan pendidikan karena pada dasarnya tanggung jawab pendidikan itu ada dipundak orang tua, namun orang tua membagi sebagian wewenang itu kepada guru,  jadi orang tua juga sangat dituntut untuk belajar, dengan mengikuti school parenting atau kegiatan yang mendidik lainnya
         Dengan sejalannya dua peran penting tersebut antara orang tua dan guru tahapan selanjutnya adalah mencari serta membangun metodologi yang tepat. Generasi penerus bangsa harus serius untuk dibekali pendidikan karakter agar dapat memenuhi nilai sebagai manusia yang unggul. dalam hal ini ada satu tehnik yang bisa diterapkan oleh orang tua dan juga guru dalam hal menstranspormasi ilmu dan pesan yang baik bagi anak yakni lewat bercerita atau mendongeng.
      Mendongeng atau bercerita secara lisan sudah menjadi tradisi yang cukup lama dalam masyarakat Indonesia, diantaranya yang terkenal adalah dongeng menjelang tidur yang biasanya dilakukan oleh seorang Ibu kepada anaknya atau seorang nenek terhadap cucunya, dongeng bukan hanya sekedar sarana hiburan melainkan secara tidak langsung dongeng berfungsi sebagai media pendidikan dan transpormasi nilai – nilai, melalui dongeng seorang anak tidak hanya mendapat hiburan melainkan mereka dapat merangsang pantasi imajinasi dan intelektualnya juga menerima pesan moral, ajaran budi pekerti, bahkan tuntunan hidup yang disampaikan oleh pendongeng dalam sebuah kebersamaan dengan suasana yang menyenangkan dan terkesan tidak menggurui.
         Namun seiring arus perkembangan zaman membawa konsekwensi ditandai dengan pesatnya perkembangan teknologi dan globalisasi membawa dampak perobahan gaya hidup, kehidupan semakin dipermudah layanan semakin variatif , sehingga peran pengasuhan orang tua kepada anaknya tergantikan dengan peran media hiburan, sehingga playstation, televisi menjadi teman setia anak-anak akhirnya tradisi mendongeng di dalam keluarga dan masyarakat perlahan mulai tergusur, digantikan oleh peranan media hiburan modern yang lebih menarik, praktis dan canggih.
         Atensi anak terhadap media tersebut cukup tinggi. sehingga suguhan materi yang disajikan oleh media menjadi santapan pemikiran mereka dimana tidak semua yang dipertontonkan itu bernilai positif bahkan terkadang sangat berseberangan dengan akar budaya kita sebagai orang timur yang mengedepankan adab dan sopan santun. Materi pertengkaran, gaya bahasa, pakaian, pergaulan bebas dan gaya hidup indivudualistis kerap dipertontonkan.
         Bila hal tersebut semakin berkelanjutan dikhawatirkan akan terjadi pengikisan budaya dan berdampak ketergerusan moral dan hilangnya karakter yang baik, maka dari itu perlu adanya upaya  dan usaha dari semua pihak untuk menggali dan mengapresiasikan kembali tradisi mendongeng kepada masyarakat yang tampaknya sangat mengharuskan kita untuk menggairahkannya kembali.
        Kita tidak ingin dongeng hanya tinggal menjadi sebuah kenangan manis yang pernah kita terima dulu dari pendahulu kita tanpa berniat mengembalikan memori itu kepada generasi penerus kita, yakinlah kita bahwa lewat metode mendongenga akan terjadi kedekatan bathin dengan anak, dengan begitu warisan leluhur kita ini akan tetap terjaga tidak lenyap begitu saja dan tentunya kita akan lebih mantap melakukan pengawalan akan terjangan arus budaya asing yang tidak tepat buat kultur dan budaya kita.
        Salah satu kecerdasan yang hendak dikembangkan pada anak usia dini adalah kecerdasan linguistik atau kecerdasan berbahasa untuk dapat menstimulinya dapat dilakukan dengan mendongeng. PAUD Kartini Banil Authon juga mengembangkan kecerdasan yang sama sesuai dengan Petunjuk teknis pedidikan PAUD yang menyatakan bahwa “ program dan pembelajaran kegiatan anak yang dikembangkan pendidik seharusnya ditujukan untuk mencapai kematangan semua aspek perkembangan yang mencakup pembinaan akhlakul karimah (moral dan nilai-nilai agama fisik motorik (motorik halus motorik kasar) kognitif sosial emosiaonal bahasa dan estetika” (Petunjuk teknis penyelenggaraan Paud kemendiknas;2011;9) .
        Kecerdasan linguistik siswa PAUD harus dikembangkan oleh tutor lewat kegiatan mendongeng, dan akan lebih efektif bila tutor dapat menyajikan dongengnya dengan menarik, artinya Keativitas mendongeng tutor PAUD akan mampu menarik perhatian dan keinginan siswa untuk mengikuti sajian dongeng.
        Berdasarkan latar belakang masalah diatas peneliti mengangkat judul “ Meningkatkan kecerdasan linguistik siswa PAUD Kartini Banil Authon Kecamatan Rantau Selatan Kabupaten Labuhanbatu melalui kreativitas mendongeng tutor”.

 
B.   Ruang Lingkup dan Rumusan Masalah
1.        Ruang lingkup.
Jika dilihat dari variable penelitian sebagaimana terdapat pada judul penelitian ini maka ruang lingkup penelitian ini melingkupi kreativitas mendongeng tutor PAUD dan kecerdasan linguistik siswa pada kegiatan mendongeng di PAUD Kartini Banil Authon Kecamatan Rantau Selatan Kabupaten Labuhanbatu.
2.       Rumusan Masalah
Berdasarkan ruang lingkup diatas yang menjadi permasalahan dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut :
1.       Bagaimana kreativitas tutor dalam mendongeng di PAUD Kartini Banil Authon Kecamatan Rantau Selatan Kabupaten Labuhanbatu?
2.       Bagaimana kecerdasan linguitik siswa PAUD pada kegiatan mendongeng di Kartini banil Authon Kecamatan Rantau Selatan Kabupaten Labuhanbatu?
3.       Bagaimana pengaruh kreativitas tutor PAUD  terhadap kecerdasan linguistik pada kegiatan mendongeng di PAUD Kartini Banil Authon Kecamatan Rantau Selatan Kabupaten Labuhanbatu?
C.   Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah yang telah dikemukakan diatas, maka penelitian ini brtujuan:
1.       Untuk mengetahui kreativitas mendongeng tutor PAUD Kartini banil Authon Kecamatan Rantau Selatan Kabupaten Labuhanbatu
2.       Untuk mengetahui kecerdasan linguistik siswa PAUD Kartini banil Authon Kecamatan Rantau Selatan Kabupaten Labuhanbatu
3.       Untuk mengetahui pengaruh kretivitas mendongeng tutor PAUD terhadap kecerdasan linguitik siswa pada kegiatan mendongeng di PAUD Kartini banil Authon Kecamatan Rantau Selatan Kabupaten Labuhanbatu
D.      Kegunaan Penelitian
Penelitian ilmiah sudah tentu akan membawa manfaat baik itu kecil maupun besar. Adapun kegunaan penelitian ini adalah :
1.       Sebagai bahan masukan bagi tutor maupun penyelenggara PAUD pentingnya kreativitas seorang tutor dalam mendongeng
2.       Disamping menambah ilmu pengetahuan saya sebagai peneliti dan juga tutor PAUD, tulisan ini juga saya persembahkan untuk mengikuti lomba karya nyata (LKN) pendidik PAUD.
3.       Menggairahkan kembali semangat mendongeng di era digital seperti saat ini.
 

Selasa, 21 Mei 2013

WAWANCARA KEPALA RA BANIL AUTHON DENGAN HARIAN SUMUT24

Sebuah surat kabar yang terbit setiap hari disumatera utara SUMUT24, minggu 19 Mei 2013 mewawancarai kepala PAUD RA Banil Authon Rantauprapat seputar pendidikan anak usia dini, dengan penjelasan yang mantap ibu Zubaidah Dalimunthe, S.Pd.I menjelaskan akan pentingnya perhatian akan pendidikan pada anak, termasuk memilih lembaga yang tepat untuk anak.

Beliau menambahkan : "Anak bukan hanya sebagai anugerah dari Allah yang mesti disyukuri tetapi juga sebagai amanah yang mesti dijaga dan dididik. keberhasilan mengantarkan anak menjadi manusia yang berilmu, ikhlas beramal, serta sukses dimasa depan adalah kebahagiaan bagi orang tuanya."

Proses pendidikan dimulai sejak dini dan orang yang sangat berperan penting dalam pembentukan karakter yang terpuji adalah orang tuanya, dalam islam diajarkan bahwa sejak dini seorang anak seyogyanya telah ditanamkan nilai ketuhanan sehingga kelak tumbuh manjadi anak sholeh dan taat kepada Allah SWT.

Demikian sekelumit ulasan wawancara harian SUMUT24 yang berlangsung dengan kepala sekolah PAUD RA Banil Authon Aek Tapa A Rantauprapat diruang kerjanya yang kebetulan berdampingan dengan rumah nya, minggu 19 Mei 2013. Berita selengkapnya dapat dilihat pada Edisi 352,   Selasa 21 Mei 2013.

Jumat, 17 Mei 2013

MULTIPLE INTELLIGENCES (KECERDASAN MAJEMUK)


A.     Pengertian

Teori Multiple inteligences atau kecerdasan majemuk adalah teori yang dikembangkan oleh Howard gardner yang menyatakan bahwa setiap manusia mempunyai berbagai kecerdasan yang berbeda-beda dengan tingkat yang berbeda-beda, oleh karena itu setiap orang memiliki profil kognitif yang berbeda-beda pula.

Dalam kamus bahasa indonesia lengkap Daryanto SS mengemukakan “Kecerdasan adalah kesempurnaan perkembangan akal budi”  Munif chtaib dalam buku Sekolahnya Manusia menjelaskan kecerdasan seseorang adalah “ proses kerja otak seseorang  sampai orang itu menemukan kondisi akhir terbaiknya”

Kecerdasan sesorang dapat dilihat dari banyak dimensi tidak hanya kecerdasan bahasa (verbal linguistik tidak pula kecerdasan logika, gardner dengan cerdas menggunakan istilah “multiple” atau majemuk sehingga memungkinkan ranah kecerdasan terus berkembang.

Adapaun multiple inteligences atau kecerdasan majemuk yang dikembangkan gardner tersebut  adalah :

1.      Kecerdasan linguistik
Komponen inti : kepekaan pada bunyi, struktur makna fungsi kata dan bahasa
Berkaitan dengan kemampuan membaca, menulis, berdiskusi berargumentasi berdebat

2.      Kecerdasan Matematis – logis
Komponen inti : kepekaan pada memahami pola-pola logis atau numeris dan kemampuan mengolah alur pemikiran yang panjang
Berkaitan dengan kemampuan berhitung, menalar dan berfikir logis, memecahkan masalah

3.      Kecerdasan Visual – spasial
Komponen inti : kepekaan marasakan dan membayangkan dunia gambar dan ruang secara akurat
Berkaitan dengan kemampuan menggambar, memotret, membuat patung, mendesain

4.      Kecerdasan Musikal
Komponen inti : kepekaan dan kemampuan menciptakan dan mengapresiasikan irama, pola titi nada dan warna serta apresiasi bentuk-bentuk ekspresi emosi musikal.
Berkaitan dengan kemampuan menciptakan lagu, mendengar nada dari sumber bunyi atau alat-alat musik

5.      Kecerdasan kinestetis
Komponen inti : kemampuan mengontrol gerak tubuh dan kemahiran mengolah objek, respons dan refleks
Berkaitan dengan kemampuan  gerak motorik dan keseimbangan

6.      Kecerdasan Interpersonal
Komponen inti : kepekaan mencerna dan merespons secara tepat suasana hati, temperamen, motivasi dan keinginan orang lain.
Berkaitan dengan kemampuan bergaul dengan orang lain, memimpin, kepekaan sosial yang tinggi, negosiasi, bekerja sama, mempunyai empati yng tinggi

7.      Kecerdasan intrapersonal
Komponen inti : memahami perasaan sendiri dan kemampuan membedakan emosi, pengetahuan tentang kekuatan dan kelemahan diri
Berkaitan dengan kemampuan mengenali diri sendiri secara mendalam, kemampuan intitif dan motivasi diri, penyendiri sensitif terhadap nilai diri dan tujuan hidup.

8.      Kecerdasan Naturalis
Komponen inti : keahlian membedakan anggota-anggota spesies, mengenali eksistensi spesies lain dan memetakan hubungan antara beberapa  spesies baik secara formal maupun nonformal
Berkaitan dengan kemampuan meneliti gejala-gejala alam, mengklasifikasi, identifikasi

B.     Mengembangkan  Multiple Intelligences Balita

Multiple Inteligences dapat dikembangkan sejak usia dini, kita dapat membantu mengembangkan kecerdasan berbahasa anak dengan cara mengajak nya bercakap-cakap, bacakan cerita berulang-ulang, rangsang untuk berbicara dan bercerita., menyanyikan lagu.

kecerdasan matematika logis dapat dilatih dengan mengelompokkan, menyusun, merangkai menghitung mainan, bermain angka, halma, congkak,catur, puzzle, permainan komputer dan lainnya.

Kembangkan kecerasan visual – spasial dengan mengamati gambar fhoto, membongkar lego, menggunting,melipat,rumah-rumahan, puzzle permainan komputer dan lainnya.

Kecerdasan gerak bisa dilatih dengan berdiri satu kaki, jongkok, membungkuk, melempar, menangkap, latihan senam, menari olah raga

Kecerdasan musikal dapat dikembangkan dengan mendengar musik, menari memainkan alat musik, mengikuti irama dan nada

Kecerdasan emosi interpersonal dapat dilatih dengan bermain bersama anak lebih tua atau lebih   muda , bekerjasama membuat sesuatu, saling berbagi, mengalah, meminjam mainan, permainan mengendalikan diri, mengenal suku bahasa budaya agama, melalui buku televisi cerita atau lainny.

Kecerdasan intrapersonal dilatih dengan menceritakan perasaan, keinginan cita-cita, menceritakan pengalaman, khayalan, mengarang cerita dan sebagainya

Kecerdasan naturalis dapat dikembangkan dengan mengajak anak berkebun, menanam memilihara tanaman dalam pot atau wadah lainnya, mengenalkan binatang, berwisata mengenalkankan alam, gunung, air sungai pantai tata surya seperti bulan bintang dan lainnya.

C.     Penutup

Multiple inteligences atau kecerdasan majemuk menyarankan kepada kita untuk melihat bahwa setiap orang anak memiliki kemampuan dan kelebihan masing-masing serta tidak melihat lagi kelemahan atau ketidakmampuannya. Tentu dalam menemukan dan mengembangkan  kecerdasan multiple anak harus dibantu lingkungan orang tua, guru sekolah.

Dengan demikian kita menyadari bahwa anak memiliki fithrah bawaan berupa berbagai kecerdasan yang diberi sang Pencipta, sehingga mengharuskan kita untuk mengembangkan merangsang kecerdasan tersebut secara terus-menerus sejak usia dini dengan cara menyenangkan dan bervariasi. Maka dengan upaya tersebut kecerdasan multiple anak akan dapat berkembang dengan baik dan sempurna.

Daftar pustaka :
1.      Munif chatib,” sekolahnya manusia”,Bandung,kaifa 2009
2.      Maimunah hasan,” PAUD ( Pendidikan Anak Usia Dini)”jogjakarta, ,Diva press, 2009
3.      Daryanto.SS “Kamus lengkap bahasa indonesia”, Surabaya Apollo,1997