Rabu, 20 November 2013

EVALUASI KINERJA MUALLIMAH RA BANIL AUTHON

Evaluasi Mualimah Sifa di Stasiun Persiapan
Guru adalah ujung tombak proses pembelajaran disekolah, sehingga kapasitas guru harus benar-benar ditingkatkan. Sebagai agen perobah dan pencetak generasi guru seharusnya memperkaya diri dengan  berbagai pengetahuan sehingga dapat meningkatkan kinerja profesinya. Guru harus pleksibel siap menerima masukan serta sadar akan tuntutan yang mengharapkan dirinya senantiasa berobah kearah yang baik, mampu menyesuaikan diri dengan tuntutan kemajuan zaman dan perkembangan ilmu pengetahuan.

Memiliki Guru yang Profesional adalah salah satu harapan lembaga pendidikan. Hal tersebut mendasari Perguruan Banil Authon untuk terus berupaya mengupgrade pengetahuan keprofesian muallimah (sapaan guru di banil Authon) dengan sejumlah tahapan bimbingan dan pelatihan, study banding sampai pada magang pun telah dilakoni. Walau upaya tersebut masih perlu ditingkatkan namun tidak ada salahnya untuk terus berbenah dengan cara mengevaluasi hal-hal yang telah dilakukan dengan objektif sehingga tahu benar sisi positif untuk dikembangkan serta kekurangan yang harus di koreksi kedepan.

Setelah menerapkan model pembelajaran stasiun, dimana masing masing stasiun di kuasai sepenuhnya oleh master of stasiun (MOS) sebagai guru inti. Dirasa perlu untuk mengevaluasi kinerja para mualimah. Evaluasi kali ini dilakuan oleh teman sejawat dimana diharapkan akan tercipta dorongan untuk pengebangan diri, memperbaiki kinerja, juga sebagai promosi karena prestasi kerjanya. Evaluasi ini dimungkinkan juga untuk sharing pengetahuan diberbagai stasiun yang , karena pada dasarnya juga mualimah harus mengetahui hakikat stasiun-stasiun yang ada, sehingga mampu mengendalikan bila ada stasiun yang perlu penanganan insidentil.

Evaluasi terhadap kinerja mualimah harus dilengkapi dengan instrumen, isi instrumen tersebut terdiri dari dua kategori, yaitu sifat dan sikap dalam bekerja serta hasil kerja yang telah dilakukannya. Sedangkan indikator-indikator kinerja mualimah yang akan dinilai menyangkut kualitas kinerja pengajaran,  hasil evaluasi ini akan menjadi kajian bersama dalam forum diskusi hasil evaluasi demi perbaikan dan kebaikan bersama.

Dalam pekan ini telah diadakan Evaluasi Kinerja Mualimah Banil Authon oleh teman sejawat, Adapun Kualitas Kinerja Pengajaran yang dievaluasi terkait beberapa hal :
  • Perencanaan dan pengorganisasian pengajaran : mulai dari perencanaan (penyusunan Rencana Kerja Harian/RKH) , Menyiapkan pembelajaran yang baik kepada siswa, pelaksanaan, penggunaan media dan sarana, menjelaskan tema, mengeksplorasi siswa,  
  • Penguasaan desain kelas yang baik
  • Kemampuan menjelaskan dan menyahuti aspirasi anak
  • Menstimuli anak melalui aktivitas yang inovatif dan sumber belajar serta kemampuan menggunakan ragam macam alat peraga dan media pembelajaran.
  • Kemampuan menciptakan kelas aktif , anak ceria dan penuh semangat
  • Penanaman nilai-nilai karakter dan kepribadian yang baik
  • Kemampuan menyiapkan suasana kelas yang kondusif , menjaga lingkungan yang sehat dan fleksibel, menjaga peralatan dan bahan pembelajaran 
  • Memiliki catatan tentang perkembangan siswa 
  • Mempunyai hubungan yang baik dengan siswa secara harmonis, bersahabat dengan penggunaan bahasa yang positif  serta menghindari bahasa yang tidak terjangkau akal anak usia dini. 
  •  Sampai pada tahapan evaluasi
Semua kriteria penilaian teman sejawat tersebut dijelaskan dalam bentuk deskripsi, sehingga melatih penilai untuk menulis seolah ikut larut dalam suasana yang sedang diciptakan oleh mualimah yang sedang mengajar. Evaluasi ini akan terus menjadi agenda penting karena dari evaluasi ini banyak didapat hal-hal penting untuk didiskusikan.

Selain evaluasi teman sejawat ada juga evaluasi yang dilakukan oleh Pimpinan dalam hal ini kepala dan yayasan terkait Kualitas Profesional dan personal. Yayasan masih sangat menyadari keterbatasan fasilitas namun kiranya tidak mengurangi semangat untuk maju dalam pengabdian. Semoga ada saja jalan kemudahan di beri yang Maha Kuasa agar kita semakin mudah dalam melaksanakan tugas mulia ini.

selamat buat mualimah teruslah berkarya tunjukkan kreatifitasmu.

Sabtu, 09 November 2013

PENDIDIKAN DAN LATIHAN PROFESI GURU ANGKATAN IX LPP MEDAN



"Berawal dengan sumpah pemuda dan berakhir Tahun baru hijriah 1435 H"


Kesempatan yang sudah lama dinanti akhirnya sampai juga, setelah melalui uji kompetensi guru Rayon LPTK IAIN Sumatera utara akhirnya pendidikan dan Latihan profesi guru itu kami jalani, lebih kurang sembilan hari para guru dari berbagai daerah dikumpulkan untuk mengikuti diklat sertifikasi guru dari tingkat Madrasah Ibtidaiyah sampai dengan Madrasah Aliyah mulai tanggal 28 oktober s/d 5 Nopember 2013. Pelatihan angkatan sembilan dibuka secara resmi oleh wakil dekan I pakultas ilmu Tarbiyah dan keguruan IAIN Sumatera Utara DR H Mardianto. M.Pd

Terlalu banyak kesan dan pengalaman yang penulis rasakan yang tak sanggup diurai dikesempatan ini. paling tidak catatan ringkas ini menjadi pembuka pengalaman lain dari teman-teman yang membaca tulisan ini.

Sejumlah perasaan berkecamuk dihati karena pemberitaan teman-teman yang terlebih dahulu mengikuti memberi kesan kepada kami bahwa pelatihan seolah bak penjara  jepang dengan kerja romusa nya. membuat rasa khawatir membuncah didada, apalagi menjelang pearteaching (praktek mengajar) tiba. Namun di awal kami sudah dihantar pendahuluan oleh DR Abdillah ketua Panitia menjelaskan bagaimana pola pembelajaran orang dewasa yang diberlakukan sehingga sesak didada berangsur lega.

Kami dibagi menjadi enam kelas kebetulan penulis tergabung dengan teman-teman dikelas C, ada bebrapa orang yang sudah saya kenal dan masih banyak juga yang belum saya kenal. Dari daerah lain seSumatera Utara 

Kelas dipandu oleh dua fasilitator yangluar biasa kretaif dan sabar memformat kelas sedemikian rupa sehingga produktif, kelas terasa hidup dan aktf, semangat kami dipompa karena kami harus benar-benar dituntut siap mengikuti pelatihan sembilan hari kedepan. 

H. Candra Wijaya M.Pd dan Drs.Syahrum ,M.Pd adalah dua fasilitator yang bertanggung jawab akan kelas kami  pemikiran kami serasa dibenturkan dengan kondisi kekinian profesi guru, yang jarang sekali mau mengupgrade pengetahuan dan keterampilan dalam pengelolaan kelas serta kendala lainnya. Waktu yang lama menjadi pendidik tidak justru menjadikan guru itu profesional karena setelah di bentang selebar-selebarnya hal-hal yang harus dilakukan baru guru itu disebut profesional, baru seolah tersadarkan keteledoran dan kelalaian selama ini. fasilitator mengemukakan keprofesionalan guru saat ini dapat diukur dengan beberapa kompetensi  yaitu :
a.      Kompetensi pedagogik
b.      Kompetensi kepribadian
c.      Kompetensi profesional
d.      Dan kompetensi sosial

Materi awal yang disajikan kepada kami adalah Kebijakan pengembangan profesi Guru, kami dibentuk menjadi lima kelompok untuk berdiskusi tentang kompetensi guru, penilaian kinerja guru, pengembangan karir pengembangan keprofesian berkelanjutan, etika profesi dan pendidikan karakter. Kelas semarak dengan prosentasi masing-masing kelompok tanggapan dan dinamika terbangun. Inilah kesan pertama kami saling mengenal satu dengan lainnya diforum diskusi.

Kelas terasa tak pernah tenang terus dihujani beban kerja yang padat, kerja secara kelompok terus berlangsung dari siang hingga malam hari, kami diperkenalkan dengan sejumlah informasi terkait kurikulum 2013 yang tidak terlalu banyak perobahan, namun esensi perobahan terletak pada penekanan aspek sikap dan beberapa aspek lainnya.

Lebih menjurus dan spesifik  fasilitator menggiring peserta untuk mendalami kearah kompetensi profesional yaitu kemampuan dalam pengelolaan pembelajaran peserta didik diantaranya perancangan pembelajaran, penyusunan rencana pembelajaran (RPP) yang lebih baik. Dari pengalaman ini kami tidak hanya diperkenalkan bagaimana menuyusun RPP yang baik namun lebih pada pembentukan karanter kami sendiri, kebersamaan, kekompakan karena kata beliau tujuan pendidikan itu bisa dicapai bila semua komponen dan stake holder bekerja sama.

Seiring penyususnan RPP dibantu modul dan pemaparan fasiitator peserta diberitahu penerapan strategi-strategi pembelajaran aktif karena kurikulum 2013 menghendaki pembelajaran dilakukan dengan menggunakan pendekatan ilmiah (scientific aproach) informasi digali meliputi kegiatan pengamatan,bertanya,percobaan,menganalisis,menalar, menyimpulkan. bahkan sampai pada mencipta, Karena itu peserta diharapkan mampu merancang strategi pembelajaran yang sesuai. Diantara strategi yang diajarkan adalah : strategi mencari pasangan, strategi kepala bernomor, stategi berfikir berpasangan berempat, jigsaw, index card matc, poster comment.

Pelan-pelan akhirnya RPP bisa dirampungkan dengan sederhana dan menurut penulis sendiri itu sudah cukup luar biasa karena teringat pengalaman selama ini hanya copy faste dari RPP sebelumnya.

Kenangan yang tidak akan terlupa saaat bersama menyusun dan membuat media pembelajaran yang baik karena hari-hari sudah semakain dekat dengan pearteaching (praktek mengajar) kelompok kecil yang dibagi malam-malam penuh canda menyelesaikan media pembelajaran yang disesuaikan dengan materi yang diajarkan. Ragam kreatafitas muncul menunjukkan seolah inilah guru-guru profesioanl itu.

Kami juga dididik bagaimana menyusun karya ilmiah berupa penilitian tindakan kelas karena ini diarsa penting untuk peningkatan proses pembelajaran dikelas lewat penelitian. Cukup berat sehingga kami meyakini perlu waktu banyak untuk memahirkan diri terjun didunia penelitian itu tapi sangat membantu kami mengenal nya.

Uupps.. akhirnya rampung juga begitu komentar beberapa teman yang sudah selesai dan ada juga yang harus begadag dikamar demi penyempurnaan madia yang akan disajikan didepan penilai saat pearteaching besok. Peraasaan khawatir dan keringat mulai muncul saaat akan tampil, padahal kami sadar bahwa kami tampil didepan teman-teman sendiri, barangkali karena kurang mampu mengndalikan emosi jadi rada-rada gugup itu kesan yang penulis rasakan. Dan alhamdulillah akhirnya satu demi satu aksi mengajarpun selesai, ragam koereksi dan motivasi dari pembimbing mengakhiri pearteaching. 

Banya kesan-kesan yang penulis rasakan terlebioh adalah kebersamaan teman-teman sekelas yang saling membahu menyelasian tugas pribadi dan bersama. Kelakar dari para ustadz membuat keheningan pecah tawa terdengar membingar mengobati segudang rindu dengan keluarga dirumah. Saling menyemangati dan berbagi yang tidak akan mungkin bisa dilakukan dalam waktu sesingkat itu, namun karena kedewasaan, kelas C benar-benar mampu kompak dan persaudaraan tetap terasa dengan komuniksi yang terus berlanjut dijejaring sosial. 

Doa kita bersama semoga dengan materi ujian yang membuat dahi itu berkenyut berhasil kita lalui dengan nilai baik sehingga membawa kita semua lulus dan berhak mendapatkan tambahan dana kemaslahatan (sertifikasi) dan perbaikan kehidupan kedepan demi melanjutkan pengabdian melahirkan generasi emas yang digemborkan itu, buah dari dari pelatihan yang berawal dengan sumpah pemuda dan berakhir Tahun baru Islam 1435 H, Amin.

Terima kasih pak candra dan pak syahrum telah membimbing kami, banyak hal baru, pengetahuan baru kami dapatkan dari bapak berdua, moga ilmu yang diajarkan menjadi amal jariah bapak berdua.

(Mustafa Kamal Nst/ YPI Banil authon)

Minggu, 13 Oktober 2013

PEMECAHAN REKOR MURI 100 PERMAINAN TRADISIONAL OLEH 1000 ANAK LABUHANBATU


“ kalau seandainya saya kecil dan boleh memilih, saya akan tinggal di Labuhanbatu” lanjut nya lagi “ kalau seandainya saya Presiden saya akan mengangkat Bupati Labuhanbatu menjadi Menteri Pendidikan” canda Kak Seto
===========================

Kak Seto Mulyadi
Minggu 13 Oktober 2013 ribuan anak mulai dari PAUD, SD/MI, SLTP/MTs memadati Lapangan Ikabina Rantauprapat dalam rangka pagelaran permainan tradisional sekaligus menoreh sejarah dengan memecahkan rekor MURI 100 permainan tradisional oleh 1000 Anak. Pertunjukan yang spektakuler dan meriah itu dihadiri langsung oleh Bupati labuhanbatu dr.Tigor Panusunan SpPd, wakil Bupati Suhari Pane,S.IP, pak Ngadri mewakili museum Rekor Indonesia dan Kak Seto Mulyadi dari komnas Perlindungan Anak Indonesia.

Drs Iskandar MPd selaku ketua Panitia menjelaskan dalam kata sambutannya bahwa dasar pelaksanaan tersebut mengacu pada UU No 20 tahun 2003, kurikulum 2013 yang menekankan pada pendidikan karakter serta Visi misi kabupaten labuhanbatu. Dengan penuh semangat beliau mangatakan bahwa lewat pagelaran tersebut akan menggelorakan kembali budaya permainan tradsional anak yang mulai tergerus oleh teknologi dan budaya asing yang mengglobal. Pengaruh teknologi bisa dilihat anak-anak cenderung individualistik katanya. Dengan aneka permainan tradisional anak ini, anak akan lebih membuka diri dengan teman dan lingkungannya sehingga akan terbangun kerjasama dan karakter yang baik bagi tumbuh kembang mereka, lebih kreatif dan inovatif. 


Bupati labuhanbatu dr Tigor Panusunan SpPd dalam arahan bimbingannya sangat mengapresiasi kegiatan yang sarat nilai edukasi itu. Serasa bernostalgia kemasa lalu beliau menyampaikan bahwa permainan yang akan ditampilkan ini hampir semua saya dan kita semua mainkan dimasa kecil dulu. Teringat ditahun 70 dan 80 an permainan-permainan ini begitu akrab dengan anak-anak kala itu, Dan seiring waktu ternyata permainan itu kini sudah mulai ditinggalkan. Permainan-permainan Ini adalah budaya yang penuh dengan kearifan, sehingga mengharuskan kita dan semua pihak untuk menggiatkannya kembali.

Mempersiapkan pemimpin masa depan itu adalah tanggung jawab kita saat ini sebagai orang tua, dan itu menjadi salah satu perhatian serius Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu dan telah menggelontorkan sejumlah beasiswa bagi anak labuhanbatu berprestasi yang ingin memasuki Perguruan Tinggi.

Usai arahan bupati labuhanbatu, dengan diiringi lagu tri ala gotri nagasari oleh merching band Bhayangkari Rantauprapat Bapak Bupati dan Ibu didampingi segenap unsur muspida Kak seto dan pak Ngadri yang mewakili MURI melakukan monitoring serta penilaian langsung keseluruh jenis permainan, anak-anak terlihat gembira dan sesekali Bupati dan ibu dr.Fitrah laila (ketua Tim Penggerak PKK) ikut bermain dan menirukan beberapa jenis permainan.

Ketika penulis bersapa dengan sejumlah panitia, mereka menyampaikan permainan yang ditampilkan sebenarnya mencapai 110 jenis dan dimainkan oleh 10 anak setiap jenisnya sehingga mencapai 1100 anak, luar biasa sebuah kerja yang maksimal.

Ketika Kak Seto mendapat giliran menyampaikan sambutan, beliau awali dengan sebuah canda ringan yang mengundang gelak tawa hadirin “ kalau seandainya saya kecil dan boleh memilih, saya akan tinggal dilabuhanbatu” lanjut nya lagi “ kalau seandainya saya Presiden saya akan mengangkat Bupati Labuhanbatu menjadi Menteri Pendidikan” dan ini tentunya sebuah bentuk keterkaguman atas perhatian Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu akan pendidikan anak dan pendidikan karakter.

Lebih lanjut dalam pandangan beliau lewat penggairahan kembali permainan tradisional anak ini sebenarnya kita telah membuka peluang pendidikan karakter yang lebih besar, disana anak diajarkan kerja keras, kejujuran, kerjasama, tidak hanya membangun koginitif tapi membangun moral. Lewat permainan anak akan terbangun kecerdasan logika matematika, kecerdasan kinestetik lewat gerakan, kecerdasan musikal lewat nada nyanyi, kecerdasan bahasa, kecerdasan intra personal. Percaya diri dan lainnya. Sambutan beliau yang mencerahkan itu akhirnya beliau tutup dengan mengucapkan Dirgahayu Pemerintahan Kabupaten labuhanbatu.

Melewati sejumlah acara akhirnya sampailah giliran Pak Ngadri memberikan sebuah simbol sejarah bagi Labuhanbatu, Piagam Penghargaan rekor dunia Indonesia  dari museum rekor Indonesia pun dianugerahkan kepada Bupati Labuhanbatu dr.Tigir Panusunan siregar,SpPd, juga Kadis Pendidikan Labuhanbatu dan BRI Cabang Rantauprapat.

Hal mengagumkan ini tidak terlepas dari Kerja keras panitia juga Tim USAID PRIORITAS Labuhanbatu begitu maksimal, semoga akan semakin menebar manfaat buat dunia pendidikan Labuhanbatu khususnya.

Bupati menyaksikan pertunjukan siswa Banil Authon
Dari sekian sekolah yang hadir turut memeriahkan siswa/i PAUD Banil Authon Aek Tapa A Rantauprapat yang mendapat kepercayaan membawakan permainan Donal bebek. Ibu Zubaidah dalimunthe,S.Pd.I mengatakan akan mencoba menghidupkan kembali aneka permainan ini di Banil Authon, dari daftar permainan yang ada memungkinkan untuk melaksanakan sebagiannya disekolah bermain sambil belajar dan berbudi katanya.



Potongan lagu yang menggugah yang dipersembahkan

the bambus dan siswa Muhammadiyah diakhir acara : 

“ Belajar sama-sama
Bertanya sama-sama
Kerja sama-sama

Semua orang itu guru
Alam raya sekolahku
Sejahteralah bangsaku “


Potongan syair lagu yang menyadarkan kebersamaan mengajak semua elemen untuk mengoptimalkan energi mengikhlashkan langkah dan perjuangan untuk bekerja sama-sama dari semua sisi yang bisa dilakukan demi sejahteranya Labuhanbatu dan bangsa Indonesia yang sangat kita cintai ini.

Segenap keluarga Besar Banil Authon mengucapkan Dirgahayu Pemerintahan Kabupaten Labuhanbatu, moga makin maju dan berkembang dimasa mendatang. amin